MAKALAH
ARSITEKTUR KOMPUTER
TEMA: MODUL INPUT OUTPUT KOMPUTER
KELOMPOK
WAWAN
SURATNA
EKO
FAHRID MAULANA
HENDRAWAN
DWI CAHYO
RIDWAN
HALIM
ANDITO
FIRNANDA
Daftar Isi.................................................................................................................................................1
BAB 1.
PENDAHULUAN..
1. Latar Belakang...................................................................................................................2
2. Rumusan
masalah..............................................................................................................2
3. Tujuan................................................................................................................................2
BAB II.
PEMBAHASAN.
2.1 Unit
Masukan & Keluaran Komputer.................................................................................3
1. Fungsi Modul
I/O.................................................................................................4
2. Struktur Modul
I/O..............................................................................................5
3. Teknik Masukan
/Keluaran...............................................................................................6
1. I/O
Terprogram...............................................................................................6
2. Interrupt – Driven I/O.....................................................................................7
3. Direct Memory Access
(DMA)........................................................................8
4. Perangkat
Eksternal.........................................................................................................9
5. Mengakses Perangkat
I/O..............................................................................................10
1
Input.................................................................................................................11
1.
Keyboard.................................................................................................12
2.
Mouse......................................................................................................13
3. Trackball, Joystick, dan Touchpad............................................................14
4. Scanner.....................................................................................................15
2. Output...................................................................................................................15
1. Video Display............................................................................................15
2. FLATPANEL
DISPLAY.................................................................................17
3.
PRINTER....................................................................................................18
4.
Speaker.....................................................................................................19
5.
Infocus......................................................................................................20
BAB III.
PENUTUP.
Kesimpulan.............................................................................................................................20
REFRENSI.............................................................................................................................................21
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di zaman modern ini telah
berkembang berbagai macam bentuk computer dan perangkat pendukung guna
meningkatkan kinerja computer baik dari segi internal maupun eksternal system.
Agar computer dapat berhubungan dengan lingkungan luar maka dari itu diperlukan
perangkat tambahan dan system yang mengatur komunikasi perangkat dengan
processor atau CPU yang berada di lingkungan dalam computer. Tanpa dapat
berkomunikasi dengan dunia luar computer bukan lah apa-apa. Sebagai contoh pada
saat kita ingin melakukan peroses pengolahn data atau sebagainya namun disana
tidak terdapat layar monitor computer lalu bagaimanakah kita tahu bahwa kita
telah berhasil melakukan proses tersebut?. Maka dari itu agar mempermudah kerja
kita computer membutuhkan prangkat tambahan yang disebut peripheral. Kita akan
membahas lebih jelas tentang modul I/O pada halaman selanjutnya.
1.2. Rumusan masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan unit masukan
dan keluaran ?
2. Apakah yang dimaksud dengan modul I/O ?
3. Apakah fungsi dari modul I/O ?
4. Bagaimana setruktur modul I/O?
5. Apakah yang dimaksud direct memory access
?
6. Apakah yang dimaksud perangkat eksternal
?
7. Apakah contoh-contoh dari perangkat input
dan output ?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui unit masukan dan keluaran
2. Mengetahui pengertian modul I/O
3. Mengetahui fungsi modul I/O
4. Mengetahui setruktur modul I/O
5. Mengetahui tentang direct memory access
6. Mengetahui dan memahami contoh-contoh
perangkat input dan output.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Unit Masukan & Keluaran Komputer
Modul I/O merupakan peralatan antarmuka
(interface) bagi sistem bus atau switch sentral dan mengontrol satu atau lebih
perangkat peripheral. Modul I/O tidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi
logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus komputer.
Ada beberapa alasan kenapa
piranti – piranti tidak langsung dihubungkan dengan bus sistem komputer, yaitu
:
·
Bervariasinya metode operasi piranti peripheral,
sehingga tidak praktis apabila system komputer harus menangani berbagai macam
sisem operasi piranti peripheral tersebut.
·
Kecepatan transfer data piranti peripheral
umumnya lebih lambat dari pada laju transfer data pada CPU maupun memori.
·
Format data dan panjang data pada piranti
peripheral seringkali berbeda dengan CPU,sehingga perlu modul untuk
menselaraskannya.
Dari beberapa alasan diatas,
modul I/O memiliki dua buah fungsi utama, yaitu :
1.
Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori
melalui bus sistem.
2.
Sebagai
piranti antarmuka dengan peralatan peripheral lainnya dengan menggunakan link
data tertentu.
Bagaimana modul I/O dapat
menjalankan tugasnya, yaitu menjembatani CPU dan memori dengan dunia luar
merupakan hal yang terpenting untuk kita ketahui. Inti mempelajari sistem I/O
suatu komputer adalah mengetahui fungsi dan struktur modul I/O. Perhatikan
gambar 6.1 yang menyajikan model generik modul I/O.
Gambar 1.1 Model
generic dari suatu modul I/O
2.2. Fungsi Modul I/O
Modul I/O adalah suatu komponen
dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat
luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara
perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register – register
CPU. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer
(CPU dan memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk
menjalankan fungsi – fungsi pengontrolan.
Fungsi dalam menjalankan tugas
bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu:
• Kontrol dan
pewaktuan.
• Komunikasi
CPU.
• Komunikasi
perangkat eksternal.
•
Pem-buffer-an data.
• Deteksi
kesalahan.
Fungsi kontrol dan pewaktuan
(control & timing) merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja
masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU
berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan
kecepatan transfer komunikasi data yang beragam, baik dengan perangkat internal
seperti register – register, memori utama, memori sekunder, perangkat
peripheral. Proses tersebut bisa berjalan apabila ada fungsi kontrol dan
pewaktuan yang mengatur sistem secara keseluruhan. Contoh control pemindahan
data dari peripheral ke CPU melalui sebuah modul I/O dapat meliputi langkah –
langkah berikut ini :
1. Permintaan dan pemeriksaan status perangkat
dari CPU ke modul I/O.
2. Modul I/O memberi jawaban atas permintaan
CPU.
3. Apabila perangkat
eksternal telah siap untuk transfer data, maka CPU akan mengirimkan perintah ke
modul I/O.
4. Modul I/O akan menerima paket data dengan
panjang tertentu dari peripheral.
5. Selanjutnya data dikirim ke
CPU setelah diadakan sinkronisasi panjang data dan kecepatan transfer oleh
modul I/O sehingga paket – paket data dapat diterima CPU dengan baik.
Transfer data tidak akan lepas
dari penggunaan sistem bus, maka interaksi CPU dan modul I/O akan melibatkan
kontrol dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus atau lebih. Adapun fungsi komunikasi
antara CPU dan modul I/O meliputi proses – proses berikut :
• Command Decoding, yaitu
modul I/O menerima perintah – perintah dari CPU yang dikirimkan sebagai sinyal
bagi bus kontrol. Misalnya, sebuah modul I/O untuk disk dapat menerima
perintah: Read sector, Scan record ID, Format disk.
• Data, pertukaran data antara CPU dan
modul I/O melalui bus data.
• Status Reporting, yaitu
pelaporan kondisi status modul I/O maupun perangkat peripheral, umumnya berupa
status kondisi Busy atau Ready. Juga status bermacam – macam kondisi kesalahan
(error).
• Address Recognition, bahwa
peralatan atau komponen penyusun komputer dapat dihubungi atau dipanggil maka
harus memiliki alamat yang unik, begitu pula pada perangkat peripheral,
sehingga setiap modul I/O harus mengetahui alamat peripheral yang dikontrolnya.
Pada sisi modul I/O ke perangkat
peripheral juga terdapat komunikasi yang meliputi komunikasi data, kontrol
maupun status. Perhatikan gambar 6.2 berikut.
Gambar 1.2 Skema
suatu perangkat peripheral
Fungsi selanjutnya adalah
buffering. Tujuan utama buffering adalah mendapatkan penyesuaian data
sehubungan perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengan
kecepatan pengolahan pada CPU. Umumnya laju transfer data dari perangkat
peripheral lebih lambat dari kecepatan CPU maupun media penyimpan. Fungsi
terakhir adalah deteksi kesalahan. Apabila pada perangkat peripheral terdapat
masalah sehingga proses tidak dapat dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan
kesalahan tersebut. Misal informasi kesalahan pada peripheral printer seperti:
kertas tergulung, pinta habis, kertas habis, dan lain – lain. Teknik yang umum
untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bit paritas.
2.3. Struktur Modul I/O
Terdapat berbagai macam modul I/O
seiring perkembangan komputer itu sendiri, contoh yang sederhana dan fleksibel
adalah Intel 8255A yang sering disebut PPI (Programmable Peripheral Interface).
Bagaimanapun kompleksitas suatu modul I/O, terdapat kemiripan struktur, seperti
terlihat pada gambar 6.3.
Gambar 1.3 Blok
diagram struktur modul I/O
Antarmuka modul I/O ke CPU
melalui bus sistem komputer terdapat tiga saluran, yaitu saluran data, saluran
alamat dan saluran kontrol. Bagian terpenting adalah blok logika I/O yang
berhubungan dengan semua peralatan antarmuka peripheral, terdapat fungsi
pengaturan dan switching pada blok ini.
2.4. Teknik Masukan /Keluaran
Terdapat tiga buah teknik dalam
operasi I/O, yaitu: I/O terprogram, interrupt – driven I/O, dan DMA (Direct
Memory Access). Ketiganya memiliki keunggulan maupun kelemahan, yang
penggunaannya disesuaikan sesuai unjuk kerja masing – masing teknik.
2.4.1. I/O Terprogram
Pada I/O terprogram, data saling
dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang
memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data,
pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat. Kelemahan
teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai dilakukan modul
I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya.
Dalam teknik ini, modul I/O tidak dapat melakukan interupsi kepada CPU terhadap
proses – proses yang diinteruksikan padanya. Seluruh proses merupakan tanggung
jawab CPU sampai operasi lengkap dilaksanakan.
Untuk melaksanakan perintah –
perintah I/O, CPU akan mengeluarkan sebuah alamat bagi modul I/O dan perangkat
peripheralnya sehingga terspesifikasi secara khusus dan sebuah perintah I/O
yang akan dilakukan. Terdapat empat klasifikasi perintah I/O, yaitu:
1. Perintah
control.
Perintah ini
digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang
diperintahkan padanya.
2. Perintah
test.
Perintah ini
digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan peripheralnya.
CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif dan siap
digunakan, juga untuk mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan serta
mendeteksi kesalahannya.
3. Perintah
read.
Perintah pada
modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer
internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data setelah
terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.
4. Perintah
write.
Perintah ini
kebalikan dari read. CPU memerintahkan modul I/O untuk mengambil data dari bus
data untuk diberikan pada perangkat peripheral tujuan data tersebut.
Dalam teknik I/O terprogram,
terdapat dua macam inplementasi perintah I/O yang tertuang dalam instruksi I/O,
yaitu: memory-mapped I/O dan isolated I/O.
Dalam memory-mapped I/O, terdapat
ruang tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I/O. CPU memperlakukan register
status dan register data modul I/O sebagai lokasi memori dan menggunakan
instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun perangkat I/O Konskuensinya adalah diperlukan saluran
tunggal untuk pembacaan dan saluran tunggal untuk penulisan. Keuntungan
memory-mapped I/O adalah efisien dalam pemrograman, namun memakan banyak ruang
memori alamat.
Dalam teknik isolated I/O,
dilakukan pemisahan ruang pengalamatan bagi memori dan ruang pengalamatan bagi
I/O. Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi dengan saluran pembacaan dan penulisan memori ditambah
saluran perintah output. Keuntungan isolated I/O
adalah sedikitnya instruksi I/O.
2.4.2. Interrupt – Driven I/O
Teknik interrupt – driven I/O
memungkinkan proses tidak membuang – buang waktu. Prosesnya adalah CPU
mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O dijalankan
modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah – perintah lainnya. Apabila
modul I/O telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan
melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai.
Dalam teknik ini kendali perintah
masih menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah dari memori maupun
pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat selangkah kemajuan dari teknik
sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa perintah sekaligus
sehingga tidak ada waktu tunggu bagi CPU.
Cara kerja teknik interupsi di
sisi modul I/O adalah modul I/O menerima perintah, missal read. Kemudian modul
I/O melaksanakan perintah pembacaan dari peripheral dan meletakkan paket data
ke register data modul I/O, selanjutnya modul mengeluarkan sinyal interupsi ke
CPU melalui saluran kontrol. Kemudian modul menunggu datanya diminta CPU. Saat
permintaan terjadi, modul meletakkan data pada bus data dan modul siap menerima
perintah selanjutnya.
Pengolahan interupsi saat
perangkat I/O telah menyelesaikan sebuah operasi I/O adalah sebagai berikut :
1. Perangkat I/O akan mengirimkan sinyal
interupsi ke CPU.
2. CPU menyelesaikan operasi yang sedang
dijalankannya kemudian merespon interupsi.
3. CPU memeriksa interupsi
tersebut, kalau valid maka CPU akan mengirimkan sinyal acknowledgment ke
perangkat I/O untuk menghentikan interupsinya.
4. CPU mempersiapkan
pengontrolan transfer ke routine interupsi. Hal yang dilakukan adalah menyimpan
informasi yang diperlukan untuk melanjutkan operasi yang tadi dijalankan
sebelum adanya interupsi. Informasi yang diperlukan berupa:
a. Status prosesor, berisi
register yang dipanggil PSW (program status word).
b. Lokasi intruksi berikutnya
yang akan dieksekusi. Informasi tersebut kemudian disimpan dalam stack
pengontrol sistem.
5. Kemudian CPU akan menyimpan
PC (program counter) eksekusi sebelum interupsi ke stack pengontrol bersama
informasi PSW. Selanjutnya mempersiapkan PC untuk penanganan interupsi.
6. Selanjutnya CPU memproses interupsi sempai
selesai.
7. Apabila pengolahan
interupsi selasai, CPU akan memanggil kembali informasi yang telah disimpan
pada stack pengontrol untuk meneruskan operasi sebelum interupsi. Terdapat
bermacam teknik yang digunakan CPU dalam menangani program interupsi ini,
diantaranya :
• Multiple Interrupt Lines.
• Software poll.
• Daisy Chain.
• Arbitrasi bus.
Teknik yang paling sederhana
adalah menggunakan saluran interupsi berjumlah banyak (Multiple Interrupt
Lines) antara CPU dan modul – modul I/O. Namun tidak praktis untuk menggunakan
sejumlah saluran bus atau pin CPU ke seluruh saluran interupsi modul – modul
I/O.
Alternatif lainnya adalah
menggunakan software poll. Prosesnya, apabila CPU mengetahui adanya sebuah
interupsi, maka CPU akan menuju ke routine layanan interupsi yang tugasnya
melakukan poll seluruh modul I/O untuk menentukan modul yang melakukan
interupsi.
Kerugian software poll adalah
memerlukan waktu yang lama karena harus mengidentifikasi seluruh modul untuk
mengetahui modul I/O yang melakukan interupsi.
Teknik yang lebih efisien adalah
daisy chain, yang menggunakan hardware poll. Seluruh modul I/O tersambung dalam
saluran interupsi CPU secara melingkar (chain). Apabila ada permintaan
interupsi, maka CPU akan menjalankan sinyal acknowledge yang berjalan pada
saluran interupsi sampai menjumpai modul I/O yang mengirimkan interupsi.
Teknik berikutnya adalah
arbitrasi bus. Dalam metode ini, pertama – tama modul I/O memperoleh kontrol
bus sebelum modul ini menggunakan saluran permintaan interupsi. Dengan demikian
hanya akan terdapat sebuah modul I/O yang dapat melakukan interupsi.
2.4.3. Direct Memory Access
(DMA)
Teknik yang dijelaskan sebelumnya
yaitu I/O terprogram dan Interrupt-Driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses
yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini
berimplikasi pada :
• Kelajuan transfer I/O yang
tergantung pada kecepatan operasi CPU.
• Kerja CPU terganggu karena
adanya interupsi secara langsung.
Bertolak dari kelemahan di atas,
apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar dikembangkan teknik yang
lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA).
Prinsip kerja DMA adalah CPU akan
mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses
untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan
demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan
interupsi. Blok diagram modul DMA terlihat pada gambar 2.4 berikut :
Gambar 2.4 Blok
diagram DMA
Gambar 2.5
Konfigurasi modul DMA
Dalam melaksanakan transfer data
secara mandiri, DMA memerlukan pengambilalihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu
DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak menggunakannya atau DMA memaksa CPU
untuk menghentikan sementara penggunaan bus. Teknik terakhir lebih umum
digunakan, sering disebut cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih
siklus bus.
Penghentian sementara penggunaan
bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses sesaat
yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja.
3. Perangkat Eksternal
Mesin komputer akan memiliki
nilai apabila bisa berinteraksi dengan dunia luar. Lebih dari itu, komputer
tidak akan berfungsi apabila tidak dapat berinteraksi dengan dunia luar. Ambil
contoh saja, bagaimana kita bisa menginstruksikan CPU untuk melakukan suatu
operasi apabila tidak ada keyboard. Bagaimana kita melihat hasil kerja sistem
komputer bila tidak ada monitor. Keyboard dan monitor tergolang dalam perangkat
eksternal komputer. Perangkat eksternal atau lebih umum disebut peripheral
tersambung dalam sistem CPU melalui perangat pengendalinya, yaitu modul I/O
seperti telah dijelaskan sebelumnya.
Secara umum perangkat eksternal
diklasifikasikan menjadi 3 katagori:
·
Human Readable, yaitu perangkat yang berhubungan
dengan manusia sebagai pengguna komputer. Contohnya: monitor, keyboard, mouse,
printer, joystick, disk drive.
·
Machine readable, yaitu perangkat yang
berhubungan dengan peralatan. Biasanya berupa modul sensor dan tranduser untuk
monitoring dan kontrol suatu peralatan atau sistem.
·
Communication, yatu perangkat yang berhubungan
dengan komunikasi jarak jauh. Misalnya: NIC dan modem.
Pengklasifikasian juga bisa
berdasarkan arah datanya, yaitu perangkat output, perangkat input dan kombinasi
output-input. Contoh perangkat output: monitor, proyektor dan printer.
Perangkat input misalnya: keyboard, mouse, joystick, scanner, mark reader, bar
code reader. Salah satu fitur dasar komputer adalah kemampuannya untuk
mempertukarkan data dengan perangkat lain. Kemampuan komunikasi ini
memungkinkan operator manusia, misalnya,
ntuk menggunakan keyboard dan layer display untuk mengolah teks dan
grafik. Manusia mengembangkan penggunaan komputer untuk berkomunikasi dengan
komputer lain melalui internet dan mengakses informasi di seluruh dunia. Dalam
aplikasi lain, komputer tidak begitu tampak tetapi sama pentingnya. Komputer
menjadi bagian integral pada alat-alat rumah tangga, peralatan manufacturing,
sistem transportasi, perbankan dan terminal pointofsale. Dalam aplikasi semacam
itu, input ke suatu komputer dapat berasal dari sensor switch, kamera digital,
mikrofon, atau alarm kebakaran. Output dapat berupa sinyal suara yang dikirim
ke speaker atau perintah yang dikodekan secara digital untuk mengubah kecepatan
motor, membuka katup, atau menyebabkan suatu robot bergerak dengan cara
tertentu. Singkatnya, generalpurpose komputer harus memiliki kemampuan untuk
mempertukarkan informasi dengan sejumlah perangkat dalam lingkungan yang
bervariasi.
4. Mengakses Perangkat I/O
Pengaturan sederhana untuk
menghubungkan perangkat I/O ke suatu computer adalah dengan menggunakan
pengaturan bus tunggal, sebagaimana yang ditampilkan pada gambar 12.1. Bus
tersebut mengenable semua perangkat yang dihubungkan padanya untuk
mempertukarkan informasi. Biasanya, pengaturan tersebut terdiri dari tiga set
jalur yang digunakan untuk membawa alamat, data, dan sinyal kontrol. Tiap
perangkat I/O ditetapkan dengan suatu set alamat yang unik. Pada saat prosessor
meletakkan suatu alamat pada jalur alamat, perangkat yang mengenali alamat ini
merespon perintah yang dinyatakan pada jalur kendali. Prosessor meminta operasi
baca atau tulis, dan data yang direquest ditransfer melalui jalur data. Pada
saat perangkat I/O dan memori berbagi ruang alamat yang sama, pengaturan
tersebut disebut memory mapped I/O.
Dengan memory mapped I/O, tiap
instruksi mesin yang dapat mengakses memori dapat digunakan untuk mentransfer
data ke atau dari perangkat I/O. Misalnya jika DATAIN adalah alamat input
buffer yang terhubung dengan keyboard, maka instruksi
1. Move
DATAIN, R0
Membaca data dari DATAIN dan menyimpannya dalam register prosessor R0.
Serupa dengan instruksi
2. Move
R0, DATAOUT
Mengirim isi
register R0 ke lokasi DATAOUT, yang mungkin berupa buffer data output dari unit
display atau printer.
Gambar 4.1 Struktur
bus tunggal
Kebanyakan system komputer
menggunakan memory mapped I/O. Beberapa prosessor memiliki instruksi In dan Out
khusus untuk menjalankan transfer I/O. Misalnya, prosessor dalam famili Intel
memiliki instruksi I/O khusus dan ruang alamat16bit terpisah untuk perangkat
I/O. Pada saat membangun sistem computer yang berbasis pada prosessor ini,
desainer memiliki pilihan dalam mengkoneksikan I/O dengan menggunakan ruang
alamat I/O khusus atau hanya dengan menggabungkannya sebagai bagian dari ruang
alamat memori. Pendekatan paling akhir tersebut sejauh ini merupakan yang
paling umum karena melibatkan
penggunaan software yang lebih
sederhana. Salah satu manfaat ruang alamat terpisah adalah perangkat I/O
menangani lebih sedikit jalur alamat. Perhatikan bahwa alamat I/O terpisah
tidak harus berarti jalur alamat I/O tersebut terpisah secara fisik dari jalur
alamat I/O tersebut terpisah secara fisik dari jalur alamat memori. Sinyal
khusus pada bus tersebut mengindikasikan bahwa transfer baca atau tulis yang
diminta adalah operasi I/O. Pada saat sinyal ini dinyatakan, unit memori
mengabaikan transfer yang direquest.
Register data menyimpan data yang
ditransfer ked an dari prosessor. Register status berisi informasi yang relevan
dengan operasi perangkat I/O. Register data dan status dihubungkan dengan bus
data dan ditetapkan dengan alamat-alamat unik. Dekoder alamat, register data
dan status, dan sirkuit control yang diperlukan untuk mengkoordinasikan
transfer I/O membentuk sirkuit antar muka perangkat.
Perangkat I/O beroperasi pada
kecepatan yang sangat berbeda dengan prosessor. Pada saat operator manusia
memasukkan karakter pada keyboard, prosessor mampu mengeksekusi jutaan
instruksi antarentri karakter yang berurutan.
Suatu instruksi yang membaca
karakter dari keyboard sebaiknya hanya dieksekusi pada saat karakter tersebut
tersedia dalam input buffer antarmuka keyboard. Juga kita harus memastikan
bahwa karakter input tersebut hanya dibaca sekali.
4.1 Input
Berikut adalah perangkat inputan
atau masukkan untuk computer , diantaranya adalah :
1. Keyboard
Perangkat input yang paling
sering digunakan adalah keyboard, biasanya dilengkapi dengan mouse atau
trackball. Bersama dengan video display sebagai perangkat output, perangkat
tersebut digunakan untuk interaksi manusia langsung dengan computer. Keyboard
tersedia dalam dua tipe. Satu tipe terdiri dari array switch mekanik yang
dipasang pada printed circuit board. Switch tersebut diatur dalam baris dan
kolom dan dihubungkan ke mikrokontroller pada board. Pada saat suatu switch
ditekan, controller mengidentifikasi baris dan kolom, dan dengan demikian
menentukan tombol mana yang ditekan. Setelah mengoreksi switch bounce,
controller menghasilkan kode yang menyatakan switch tersebut dan mengirimnya
melalui link serial ke computer.
Gambar 4.1 Keyboard
Tipe kedua menggunakan struktur
flat yang terdiri dari tiga layer. Layer paling atas adalah bahan plasticized,
dengan posisi tombol ditampilkan pada permukaan atas dan conducting trace
disimpan pada sisi bawah. Layer tengah dibuat dari karet, dengan lubang pada
posisi tombol. Layer dasar adalah metalik, dengan tonjolan keluar pada posisi
tombol. Pada saat tekanan diterapkan pada layer paling atas pada posisi tombol,
trace yang berada tepat dibawahnya bersentuhan dengan tonjolan yang tepat pada
layer dasar, sehingga membentuk sirkuit elektrik dengan cara yang sama seperti
switch mekanik. Arus yang mengalir dalam sirkuit ini diterima oleh
mikrokontroller. Pengaturan ini menyediakan keyboard biaya rendah yang juga
memiliki kelebihan yaitu kuat dan kebal terhadap persoalan yang disebabkan oleh
tumpahan makanan atau minuman. Keyboard tersebut biasa ditemui dalam aplikasi
misalnya terminal pointofsale.
2. Mouse
Penemuan Mouse pada tahun 1968
menunjukkan langkah penting dalam pengembangan sarana baru bagi orang-orang
untuk berkomunikasi dengan computer. Hingga titik tersebut, teks adalah bentuk
utama entri data. Mouse memungkinkan untuk memasukkan informasi grafis secara
langsung, dengan menggambarkan objek yang diinginkan, dan membuka pintu ke
banyak ide baru dan canggih, termasuk windows dan menu pulldown.
Gambar 4.2 Mouse
Mouse adalah perangkat yang
dibentuk untuk kenyamanan tangan operator, sehingga dapat digeser pada
permukaan datar. Sirkuit elektronik merasakan gerakan ini dan mengirim beberapa
pengukuran jarak yang dilalui dalam arah X dan Y ke computer. Pergerakan
diawasi baik secara mekanik atau optik. Mouse mekanik diisi dengan suatu bola
yang dipasang sedemikian sehingga dapat berotasi dengan bebas pada saat mouse
digerakkan. Rotasi bola dirasakan dan digunakan untuk meningkatkan dua counter,
satu untuk tiap dua sumbu gerakan. Mouse tersebut juga diisi dengan dua atau
tiga pushbutton. Informasi dari counter dan button tersebut dikumpulkan oleh
mikrokontroller, diencodemenjadi paket 3byte,
dan dikirim ke komputer melalui
link serial. Mouse optic menggunakan light emitting diode (LED) untuk
mengiluminasi permukaan tempat mouse berada, dan suatu perangkat lightsensitive
merasakan cahaya yang direfleksikan dari permukaan. Pada beberapa model, mouse
tersebut harus diletakkan pada pad khusus yang memiliki pola garis vertical dan
horizontal.
Cahaya yang direfleksikan berubah
pada saat mouse bergerak dari area terang ke gelap permukaan dibawahnya, dan
mouse tersebut mengukur jarak yang dilalui dengan menghitung perubahan ini.
Mouse optic yang lebih canggih, dubbed Intellimouse, diperkenalkan oleh
Microsoft pada tahun 1999. Mouse tersebut dapat digunakan pada hamper setipa
permukaan. Daripada sensor cahaya sederhana, citra area yang sempit pada
permukaan dibawahnya difokuskan pada kamera digital mini, yang mengkonversi
citra ke representasi digital. Kamera tersebut mengambil 1500 gambar setiap
detik. Kecuali jika permukaan tersebut seragam dan halus sempurna, seperti
cermin, maka citranya akan berisi fitur garis, perubahan kecerahan, dan
seterusnya.
Dengan membandingkan citra yang
berurutan, suatu prosessor dalam mouse dapat mengukur jarak yang dilalui dengan
akurasi tertentu. Prosessor tersebut menggunakan teknik pengolahan sinyal yang dikenal
sebagai korelasi untuk menentukan jarak yang dilalui satu gambar ke gambar
berikutnya. Ini adalah tugas komputasi intensif yang harus diulang 1500 kali
tiap detik. Hal ini dimungkinkan hanya karena ketersediaan prosessor embedded
biaya rendah. Prosessor digunakan untuk mengeksekusi 18 juta instruksi tiap
detik.
Sejak penemuan mouse, sejumlah
perangkat yang menjalankan fungsi serupa telah diperkenalkan. Termasuk,
trackball, joystick dan touchpad.
3. Trackball, Joystick, dan Touchpad
Mouse mengenable operator untuk
memindahkan kursor pada layer computer. Sekumpulan perangkat input inovatif
telah dikembangkan untuk melakukan fungsi serupa, untuk memenuhi berbagai
lingkungan aplikasi dan preferensi user. Prinsip operasi trackball sangat mirip
dengan mouse mekanik. Suatu bola dipasang pada shallow well pada keyboard. User
memutar bola tersebut untuk mengindikasikan pergerakan kursor yang diinginkan
di layar.
Gambar 4.3 Trackball
Joystick adalah stick pendek
berputar yang dapat digerakkan dengan tangan untuk menunjuk ke tiap arah dalam
bidang XY. Pada saat informasi ini dikirim ke computer, software menggerakkan
kursor pada layar dengan arah yang sama.
Gambar 4.4 Joystick
Joystick terdapat dalam computer
notebook dan videogame. Pada computer notebook, joystick dipasang diantara
tombol keyboard, dan stick agak lebih keatas. Berdasarkan penempatannya,
joystick memiliki kelebihan yaitu tidak memerlukan tangan operator untuk
menggunakan keyboard. Joystick dapat ditekan dengan satu jari untuk menentukan
posisi kursor pada layar. Joystick juga kuat secara mekanik dan hanya
memerlukan sedikit ruang. Untuk digunakan dalam video game, joystick dibentuk
menjadi pegangan yang sesuai dengan sifat game tersebut. Biasanya diperlengkapi
dengan pushbutton untuk tujuan seperti melempar bola atau menembakkan pistol.
Gambar 4.5 Touchcreen
Perangkat input lain yang sangat
penting adalah touchpad dan perangkat sejenisnya, touchscreen. Touchpad adalah
pad kecil yang dibuat dari bahan pressuresensitive. Pada saat jari user atau
ujung pena menyentuh beberapa titik pada pad, tekanan tersebut menyebabkan
perubahan karakteristik listrik bahan pada titik tersebut. Lokasi titik
tersebut dideteksi dan dikomunikasikan ke computer. Dengan memindahkan jari
pada pad, user dapat menginstruksikan software untuk memindahkan kursor pada
layar dengan arah yang sama. Hal ini menjadikan touchpad sebagai pengganti
berbiayarendah untuk mouse atau trackball, dengan kekuatan dan keandalan
tingkat tinggi karena tidak berisi bagian yang bergerak. Touchpad sangat sesuai
untuk computer notebook.
Gambar 4.6 Touchpad
Banyak bahan baru yang telah
dikembangkan untuk digunakan sebagai touchpad. Mungkin yang paling inovatif
adalah bahan dengan sejumlah besar fiber optic embedded mini didalamnya. Bahan tersebut
dapat mengidentifikasi lokasi objek yang menyentuhnya dan jumlah tekanan yang
diterimanya. Bahan ini dikembangkan untuk aplikasi robot diluar angkasa. Dan
dengan cepat bahan ini digunakan untuk berbagai aplikasi lain, misalnya sebagai
perangkat input yang menggantikan dan memperluas peranan keyboard piano.
Touchpad dapat digabungkan dengan
liquid crystal display untuk menghasilkan layar touchsensitive yang dapat
digunakan untuk operasi input dan output. Tipe layar ini biasanya ditemukan
dalam personal digital assistant (PDA), misalnya Palm Pilot. Bentuk lain dari
touch screen menggunakan cathode ray tube (CRT). Perubahan kapasitansi yang
disebabkan oleh sentuhan jari pada layar dirasakan oelh layar pada saat berkas
electron menscan layar untuk menampilkan suatu citra. Pengaturan ini biasanya
ditemukan dalam cash register dan terminal pointofsale.
4. Scanner
Scanner mentransformasikan bahan
tercetak dan fotografi menjadi representasi digital. Pada scanner awal, halama
yang discan diletakkan pada silinder kaca yang berputar disekeliling sensor.
Kebanyakan scanner saat ini menggunakan pengaturan flatbed, dimana halaman yang
discan ditempatkan pada permukaan kaca datar. Suatu sumber cahaya menscan
halaman tersebut, dan cahaya yang direfleksikan difokuskan pada array linear
chargecoupled device (CCD). Pada saat perangkat CCD dipaparkan terhadap cahaya,
suatu muatan listrik disimpan dalam kapasitor mini yang dihubungkan dengannya
sehingga jumlah muatan proporsional dengan intensitas cahaya. Muatan ini dikumpulkan
oleh sirkuit yang sesuai dan dikonversi ke representasi digital menggunakan
analog to digital converter. Untuk scanner warna, filter merah, hijau dan biru
digunakan untuk memisahkan warna primer dan mengolahnya secara terpisah. Pada
saat sumber cahaya bergerak melewati halaman tersebut, sensor array dibaca
berulang kali, melakukan sampling jalur pixel pada citra yang berurutan.
Sebaiknya diperhatikan bahwa teknik ini juga digunakan dalam digital copier.
Suatu digital copier adalah gabungan dari scanner dan laser printer.
Gambar 4.7 Scanner
Setelah scanning suatu halaman
tercetak ke dalam computer, maka citra dinyatakan dalam memory sebagai array
pixel. Dalam bentuknya yang paling sederhana, tiap pixel dinyatakan sebagai
satu bit, mengindikasikan apakah titik tertentu pada citra tersebut adalah
terang atau gelap. Untuk citra dengan kualitas lebih tinggi, maka lebih banyak
informasi yang disimpan untuk tiap pixel untuk menyatakan warna dan intensitas
cahaya pada titik tersebut. Dapat digunakan sampai dengan tiga byte informasi
per pixel, dengan satu byte untuk tiap tiga warna primer. Perhatikan kasus
halaman teks. Area gelap pada citra berhubungan dengan karakter tercetak.
Banyak teknik pengenalan karakter telah dikembangkan yang memungkinkan untuk menganalisa
peta pixel yang disimpan dalam meori dan mengenali karakter dalam citra
tersebut. Jadi, mungkin untuk membuat file teks yang mendeskripsikan isi
halaman tercetak, dengan tiap karakter ditranslasikan ke kode biner yang
sesuai, misalnya ASCII. File yang dihasilkan kemudian dapat diolah dengan
program pengolahan teks misalnya Microsoft Word.
4.2 Output
Output komputer dapat berupa
berbagai bentuk, termasuk teks alfanumerik, citra
grafis, atau suara. Berikut
adalah beberapa output dari computer :
1. Video Display
Video display digunakan pada saat
diperlukan representasi visual pada output komputer. Perangkat display yang
paling umum menggunakan cathode ray tube (CRT).
Suatu berkas elektron terfokus
menabrak layar fluorescent, menimbulkan emisi cahahya sebagai titik terang pada
latar gelap. Titik yang terbentuk menghilang pada saat berkas tersebut
dimatikan atau dipindahkan ke tempat lain. Jadi secara umum, tiga variabel
bebas perlu ditetapkan sepanjang waktu, menyatakan posisi dan intensitas berkas.
Posisi berkas berhubungan dengan koordinat X dan Y pada suatu tempat pada
layar. Intensitasnya, yang biasanya disebut sebagai kontrol Zaxis, menyediakan
informasi gray scale atau brightness pada tempat tersebut. Suatu tempat
addressable yang paling kecil pada layar disebut pixel. Tempat tersebut terdiri
dari sejumlah titik yang lebih kecil dengan berbagai ukuran, diatur dalam pola
geometrik, dengan mengiluminasi titik tersebut dalam berbagai kombinasi, maka
dapat diperoleh ‘….level brightness yang berrbeda. Teknik ini dikenal sebagai
half toning. Dalam
tampilan warna, tiap pixel
memiliki tiga warna titik fluorescent yang berbeda, merah,
hijau, dan biru. Warna yang
berbeda diperoleh dengan mengeksitasi titik tersebut
dengan kombinasi yang berbeda.
Gambar 4.1 Monitor
CRT
Ukuran tempat yang terbentuk pada
layar oleh berkas elektron menentukan jumlah
total pixel dalam citra. Hal ini
biasanya berada dalam rentang 700 hingga 2500 titik
disepanjang tiap koordinat X dan
Y. Informasi Zaxis
dideskripsikan sampai 24bit,
yang terdiri dari satu byte untuk
tiap warna. Hal ini diperhitungkan untuk
menghasilkan resolusi warna
paling tinggi yang dapat diterima mata manusia. Standar
paling umum untuk Video Display
komputer adalah VGA (Video Graphics Array)
dan varian kualitas tingginya.
VGA display dasar memiliki 640 x 480 pixel. Variasi
standar ini menetapkan display
dengan resolusi yang lebih tinggi, misalnya 1024 x
768 (XVGA) dan 1600 x 1200
(UXGA).
Teks alfanumerik dan gambar
grafis dapat dikonstruksi menggunakan teknik yang
disebut raster scan. Berkas
elektron disapu secara berurutan pada tiap baris pixel dari
kiri ke kanan, hingga semua baris
telah discan
dari puncak ke dasar layar.Banyak
video diplay menggunakan interlacing untuk meningkatkan tingkat penerimaan pada
layar saat di refresh. Berkas tersebut menscan
layar dalam dua lewatan, sekali
untuk baris bernomor ganjil dan sekali untuk baris bernomorgenap.Image yang
ditampilkan disimpan dalam memori display buffer yang menyediakan infonnasi
Zaxis selama scanning. Dalam representasi paling sederhana, suatu bit map ,
yang terdiri dart satu bit untuk tiap pixel dapat digunakan untuk
mendeskripsikan citra yang akan ditampilkan pada layar. Karenanya, suatu layar
dengan 1024 x1024 pixel memerlukan 1Mbit memori buffer display. Untuk merefresh
display tersebut pada kecepatan 60 kali per detik, maka kecepatan data adalah
60 megabit/det. Display kualitas tinggi saat ini menggunakan 32 bit per pixel,
sehingga memerlukan display buffer dan bandwidth komunikasi yang jauh lebih
besar. Biasanya, hanya 24 dari 32 bit yang menyimpan infonnasi warna. Byte
keempat disediakan untuk kompatibilitas dengan panjang word prosesor host. Juga
menyediakan ruang untuk peningkatan di masa mendatang. Sistem modem memiliki
kapabilitas untuk mengoverlap banyak citra layar yang berbeda, seperti halnya
pada kasus sistem operasi windowbased,dan karenanya memerlukan beberapa display
buffer terpisah.
2. FLATPANEL DISPLAY
Sekalipun teknologi cathoderay
tube telah mendominasi aplikasi display, flatpanel display semakin meningkat
popularitasnya. Display tersebut lebih tipis dan lebih ringan. Juga menyediakan
linearitas yang lebih bagus dan, pada beberapa kasus, bahkan resolusi yang
lebih tinggi. Telah dikembangkan beberapa tipe flatpanel display, tennasuk
liquidcrystal panel, plasma panel, dan electroluminescent panel.Ketersediaan
flatpanel display biayarendah
telah membantu perkembangan
komputer notebook.
Gambar 4.2 Flat Panel
Liquidcrystal panel dibangun
dengan mensandwich layer tipis liquid crystalliquid yang menampakkan sifat
crystalline antara dua piringan transparan. Piringan paling atas mengandung
elektroda transparan yang ditanamkan didalamnya, dan piringan bagian belakang
adalah suatu cermin. Dengan mengaplikasikan sinyal listrik yang tepat pada
piringan tersebut, maka dapat diaktifkan berbagai segmen liquid crystal,
menyebabkan perubahan pada sifat lightdiffusing atau polarizingnya.
Jadi,segmen tersebut
mentransmisikan atau menghalangi cahaya. Suatu citra dihasilkan dengan
melewatkan cahaya melalui segmen tertentu pada liquid crystal dan kemudian
merefleksikannya kembali dari cermin ke viewer. Liquidcrystal display terdapat
dalam jam tangan, kalkulator, komputer notebook, dan banyak perangkat lain.
Liquidcrystal display muncul dalam dua variasi. Display statik memiliki
struktur sederhana dimana elektroda disimpan sepanjang satu axis, ada puncak
piringan dan sepanjang orthogonal axis pada piringan yang lebih bawah, sehingga
menyatakan kolom dan baris. Untuk mengiluminasi segmen tertentu, suatu tegangan
diterapkan antara satu baris elektroda dan satu kolom elektroda. Hal ini
menghasilkan medan listrik yang menyebabkan liquid crystal pada titik
perpotongannya menyala, dan ditampilkanlah suatu titik terang. Display yang
menggunakari pengaturan ini dapat dibangun secara sederhana dan murah, tetapi
kualitas citra yang dihasilkan rendah. Area yang teriluminasi tidak
didefinisikan dengan jelas, sehingga pinggiran pada citra tidak jelas. Juga,
elektroda yang panjang memiliki kapasitansi yang besar, karenanya kecepatan
untuk menghidupmatikan suatu titik rendah. Misalnya, jika kursor dipindahkan
melalui layar tersebut dengan cepat, maka respon yang rendah menyebabkan tail
terlihat mengikuti kursor. Display kualitas tinggi dihasilkan dengan
menggunakan transistor pada tiap titik perpotongan. Hal ini menghasilkan respon
yang lebih cepat dan kontrol yang lebih baik pada area yang akan diiluminasi.
Transistor tersebut dipersiapkan pada film tipis yang ditanamkan pada salah saw
piringan. Karenanya tipe display ini disebut thinfilm transistor (TFT) display.
Juga dikenal sebagai active matrix display. Tipe display ini paling umum
ditemukan pada komputer notebook kualitas tinggi.
Plasma panel terdiri dari dua
piringan kaca yang terpisah oleh celah tipis yang diisi dengan gas misalnya
neon. Tiap piringan memiliki beberapa elektroda parallel diatasnya. Elektroda
pada dua piringan tersebut bekerja pada sudutsudut yang berhadapan. Suatu pulsa
tegangan diterapkan diantara dua elektroda tersebut, saw pada tiap piringan, menyebabkan
suatu segmen gas kecil pada petpotongan dua elektroda berpijar. Pijaran segmen
gas tersebut dipertahankan oleh tegangan rendah yang terusmenerus diterapkan ke
semua elektroda. Pengaturan pulsing yang serupa digunakan untuk secara selektif
mematikan suatu titik. Plasma display dapat menghasilkan resolusi tinggi tetapi
agak tnahal. Plasma display terdapat dalam aplikasi yang mementingkan kualitas
display dan yang tidak menginginkan ukuran
Cathoderay tube yang sangat
besar.
Electroluminescent panel menggunakan
layer fosfor tipis diantara dua electrically conducting panel. Citra tersebut
dibuat dengan menerapkan sinyal listrik pada piringan, menjadikan fosfor
tersebut berpijar.Kelangsungan flatpanel display untuk aplikasi yang berbeda
sangat erat berlrubungan dengan perkembangan dalam teknologi cathoderay tube
display yang bersaing, yang terns menyediakan gabungan yang baik antara harga
donperfonna dan mengijinkan implementasi mudah pada display warna.
3. PRINTER
Printer digunakan untuk
memproduksi hard copy dari data output atau teks. Printer biasanya
diklasifikasikan sebagai tipe impact atau nonimpact, tergantung pada sifat
mekanisme printing yang digunakan. Impact printer menggunakan mekanisme
printing mekanik, dan nonimpact printer mengandalkan pada teknik optik, ink
jet, atau elektrostatik.
Nonimpact printer memiliki
beberapa bagian bergerak clan dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi. Laser
printer menggunakan teknologi yang sama dengan photocopier. Suam drum yang
dilapisi dengan bahan fotokonduktif bermuatan positif discan oleh suatu berkas
laser. Muatan positif yang diiluminasikan oleh berkas tersebut didisipasikan.
Kemudian bubuk toner bennuatan negatif disebarkan pada drum. Bubuk tersebut
menempel pada muatan positif, sehingga menghasilkan image halaman yang kemudian
ditrausfer ke kertas. Drum tersebut dibersihkan dari bahan toner yang
berlebihan untuk mempersiapkannya mencetak halaman berikutnya.
Nonimpact printer tipe lain
menggunakan ink jet, dimana tetesan tinta warna yang berbeda ditembakkan ke
kertas dari nozzle mini, untuk menghasilkan output warna. Berbagai teknik
digunakan untuk menembakkan tetesan tinta. Misalnya,dalam bubble inkjet
printer, nozzle dipasangkan pada ruang kecil yang menerima pulsa panas. Hal ini
menyebabkan tinta di dalam ruang tersebut menguap,membentuk gelembug gas yang
mendorong sejumlalr kecil tinta keluar dari nozzle. Pada saat gas dalam ruangan
mendingin, menimbulkan ruang hampa yang menghisap muatan tinta baru.
Gambar 4.3 Printer
Sebagian besar printer membentuk
karakter dan citra grafis menggunakan cara yang sama dengan pembentukan citra
pada layar video, yaitu, mencetak titik dalam matrik. Pengaturan ini dapat
dengan mudah mengakomodasi berbagai font dan dapatjuga digunakan untuk mencetak
citra grafis. Akau tetapi, karena sensitivitas mata manusia terhadap pola
reguler, maka dot matrix reguler dapat dengan mudah dideteksi don bercampur
dengan kualitas citra yang diterima. Printer kualitastinggi menggunakan teknik
yang disebut dithering untuk mengatasi kesulitan ini. Ingatlah bahwa pixel
terdiri dari beberapa dot, masing-masing memiliki salah sam dad tiga warna.
Dithering berarti bahwa pengaturan geometrik dot dalam pixel dan pengaturan
warna pada tiap dot divariasi. Hal ini mengubah pola reguler yang monoton dan
menghasilkan penampilan dengan lebih banyak pilihan warna.
Pencetakkan kualitas tertinggi
diperlukan dalam aplikasi sepexti pencetakan seni grafis dani fotografi. Inkjet
printer yang menggunakan teknik yang dikenal sebagai dye sublimation Sesuai
untuk aplikasi ini. teknik tersebut juga dikenal sebagai yang paling mahal.
Dalam hal ini, temperatur tinta dipanaskan dikontrol untuk mengubah jumlah
tinta yang ditembakan pada kertas. Jadi, intensitas warna pada tiap dot dapat
divariasi secara terus menerus. Juga, digunakan kertas khusus yang menyebarkan
tinta, yang menghasilkan warna yang terkontrol dengan tepat.
4. Speaker
Speaker merupakan perangkat
keluaran yang menghasilkan suara, di mana suara tersebut sebelumnya telah
diolah dalam sound card (kartu suara). Speaker-speaker yang ada di pasaran
sekarang telah menggunakan 6 speaker berikut satellite dan 1 subwofer untuk
menghasilkan tata suara yang optimal.
5. Infocus
Infocus hampir sama dengan
monitor. Fungsinya adalah untuk menampilkan gambar/visual hasil pemrosesan
data. Hanya saja, infocus memerlukan objek lain sebagai media penerima pancaran
signal-signal gambar yang dipancarkan. Media penerima tersebut sebaiknya
memiliki permukaan datar dan berwarna putih (terang). Biasanya yang digunakan adalah
dinding putih, whiteboard, ataupun kain/layar putih yang dibentangkan
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Modul
I/O merupakan peralatan antarmuka(interface) bagi system bus atau switch
sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral.
2. Modul
I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab
atas pengontrolan sebuah perangkat luar
atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat
luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register-register CPU.
3. Terdapat
tiga buah teknik dalam operasi I/O, yaitu:
1. I/O terprogram,
2. interrupt – driven
3. I/O, dan DMA (Direct Memory Access).
4. Perangkat
eksternal atau lebih umum disebut peripheral tersambung dalam sistem CPU
melalui perangat pengendalinya, yaitu modul I/O. Perangkat eksternal
diklasifikasikan Human Readable, Machine
readable, Communication